Kejutan Piala Dunia 2026! RD Kongo Tahan Portugal 1-1 di Stadion Houston

OLAHRAGA KITA63 Dilihat

SUARAMUSI.ID — Matchday pertama babak penyisihan Grup K Piala Dunia tahun 2026, langsung menyajikan kejutan besar di atas lapangan hijau. Di luar dugaan, tim raksasa Eropa, Portugal, gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang 1-1 oleh perwakilan Afrika, Republik Demokratik (RD) Kongo.

Bertanding di Stadion Houston pada hari Rabu, tanggal 17 Juni 2026 waktu setempat, skuad Selecao das Quinas yang jauh lebih diunggulkan, harus puas berbagi satu angka. Bagi RD Kongo, hasil ini bukan sekadar satu poin biasa, melainkan sebuah torehan tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka, setelah absen lebih dari setengah abad di putaran final turnamen akbar FIFA.

Sengatan Kilat Joao Neves Dibuyarkan Yoane Wissa

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh Roberto Martinez langsung mengambil inisiatif serangan. Portugal mengurung pertahanan RD Kongo yang berjuluk The Leopards (Macan Tutul), dengan mengandalkan kombinasi transisi cepat dari lini tengah.

Strategi agresif ini membuahkan hasil manis, saat laga baru berjalan enam menit. Berawal dari pergerakan lincah Pedro Neto di sisi sayap, pemain asal Chelsea tersebut melepaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.

BERITA LAINNYA :  Hampir Satu Abad Piala Dunia Digelar, Hanya 8 Negara yang Pernah Menjadi Juara

Gelandang muda, Joao Neves, berlari dari lini kedua dan menyambut bola dengan tandukan tajam yang gagal dihalau penjaga gawang lawan. Skor berubah 1-0 untuk Portugal.

Gol cepat ini sempat diprediksi akan menjadi awal dominasi juara Eropa 2016 tersebut. Portugal menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola hingga mencapai 65 persen.

Namun, mereka tampak kesulitan membongkar sistem low block atau pertahanan rendah dan rapat yang diterapkan oleh tim besutan RD Kongo.

Aliran bola yang dimotori oleh Bruno Fernandes kerap kali patah di sepertiga akhir lapangan. Megabintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun, beberapa kali mencoba mencari ruang tembak, namun pengawalan ketat lini belakang lawan membuat ruang geraknya sangat terbatas.

Keasyikan menyerang, justru menjadi bumerang bagi lini pertahanan Portugal menjelang turun minum. Lewat skema situasi bola mati yang terukur, penyerang andalan RD Kongo yang merumput di Liga Inggris, Yoane Wissa, dengan cerdik melepaskan diri dari kawalan. Wissa menyambut umpan matang tersebut dengan sepakan terarah ke sudut gawang Portugal pada menit ke-45, mengubah skor menjadi 1-1.

BERITA LAINNYA :  Saat Bendera Iran Berkibar di Amerika, Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 Kirim Pesan Perdamaian

Gol ini menandai momen emosional yang sangat bersejarah. Ini adalah gol pertama yang dicetak oleh RD Kongo sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia, sekaligus menandai kembalinya mereka setelah absen selama 52 tahun sejak terakhir kali lolos pada edisi 1974 ketika masih bernama Zaire.

Tembok Kokoh Kongo yang Tak Goyah di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Roberto Martinez merespons jalannya pertandingan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor dari sektor sayap. Portugal kembali memegang kendali permainan dan terus mengurung pertahanan lawan.

Cristiano Ronaldo sempat mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih mampu diblok oleh lini belakang RD Kongo yang tampil spartan.

Ketangguhan mental para pemain The Leopards patut diacungi jempol karena organisasi pertahanan mereka tidak goyah sedikit pun meski digempur habis-habisan. Penjaga gawang RD Kongo juga tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial di menit-menit akhir pertandingan.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, papan skor tetap tidak berubah. Hasil imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang adil bagi kedua tim.

BERITA LAINNYA :  4 Negara Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Peta Persaingan Grup K Semakin Ketat

Dengan hasil mengejutkan ini, peta persaingan di Grup K Piala Dunia 2026 menjadi sangat terbuka dan sulit diprediksi. Portugal yang awalnya dijagokan lolos mudah sebagai juara grup kini harus bekerja ekstra keras pada laga-laga berikutnya.

Pada pertandingan kedua, Cristiano Ronaldo dan kolega dijadwalkan akan menantang wakil Asia, Uzbekistan, yang dikenal memiliki kolektivitas permainan solid. Kemenangan menjadi harga mati bagi Portugal jika ingin mengamankan tiket ke babak gugur.

Di sisi lain, satu poin bersejarah ini menjadi modal motivasi luar biasa bagi RD Kongo. Pada laga berikutnya, mereka akan menghadapi tantangan berat dari wakil Amerika Selatan, Kolombia.

Jika mampu mempertahankan performa disiplin seperti saat menghadapi Portugal, bukan tidak mungkin RD Kongo akan kembali menciptakan kejutan besar di grup ini. (rick)

baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *