SUARAMUSI.ID — Persaingan di Grup G Piala Dunia 2026 dipastikan langsung memanas sejak laga perdana. Tim favorit benua Eropa, Belgia, harus puas berbagi angka dengan wakil Afrika Utara, Mesir, setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Seattle (Lumen Field), Amerika Serikat, pada hari Senin, tanggal 15 Juni 2026 waktu setempat.
Hasil ini membuat peta persaingan grup semakin terbuka lebar. Baik Belgia maupun Mesir, kini sama-sama mengoleksi satu poin, sebuah catatan yang menguntungkan dua kompetitor lain di Grup G, yakni Iran dan Selandia Baru, yang baru akan bertanding.
Bermain di hadapan puluhan ribu penonton, armada The Red Devils sebenarnya tampil dominan sejak menit awal. Anak asuh Rudi Garcia tersebut berupaya mengontrol ritme pertandingan melalui penguasaan bola lini tengah dan tekanan konstan yang bertumpu pada kreativitas serangan.
Kedisiplinan Taktis Mesir Redam Agresivitas Eropa
Meski digempur sejak awal, Mesir di bawah asuhan Hossam Hassan, menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Mereka tidak terpancing untuk bermain terbuka dan lebih memilih menunggu momentum yang tepat guna melepaskan skema serangan balik cepat.
Strategi tersebut terbukti berjalan efektif. Lini belakang Belgia yang asyik menyerang justru lengah menghalau penetrasi cepat. Pada menit ke-20, gelandang Mesir Emam Ashour berhasil mencuri gol setelah memanfaatkan celah di kotak penalti lawan dan melepaskan tembakan terukur yang gagal dihalau penjaga gawang Belgia.
Gol Ashour mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus meruntuhkan skenario awal Belgia. Tertinggal satu gol, Belgia meningkatkan intensitas serangan secara masif sepanjang sisa babak pertama. Namun, rapatnya barisan pertahanan The Pharaohs membuat skor satu kosong bertahan hingga turun minum.
Kebangkitan Belgia dan Drama Gol Bunuh Diri
Memasuki paruh kedua, Belgia tampil jauh lebih agresif dengan memvariasikan arah serangan dari sektor sayap. Perubahan taktik ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66 akibat tekanan bertubi-tubi ke area penalti Mesir.
Berniat menghalau umpan silang berbahaya yang mengarah ke jantung pertahanan, bek Mesir Mohamed Hany justru melakukan blunder. Bola sapuannya secara tidak sengaja masuk ke gawang sendiri, menghasilkan gol bunuh diri yang mengubah kedudukan menjadi berimbang 1-1.
Meskipun tempo permainan semakin meningkat di sisa waktu babak kedua, kedua tim gagal mengonversi peluang organik menjadi gol kemenangan. Skor imbang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Evaluasi Laga Selanjutnya di Grup G
Bagi Mesir, hasil ini merupakan keuntungan moral yang besar karena berhasil mencuri poin dari tim unggulan utama grup. Sebaliknya bagi Belgia, kegagalan mengamankan tiga poin di laga pembuka menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dievaluasi oleh jajaran kepelatihan sebelum melangkah lebih jauh.
Pada laga kedua fase grup nanti, Belgia dijadwalkan akan menantang kekuatan Asia, Iran. Sementara itu, Mesir akan mencoba mengamankan poin penuh saat bersua wakil Oseania, Selandia Baru. Kedua pertandingan berikutnya dipastikan bakal menjadi penentu hidup-mati bagi ambisi masing-masing tim untuk menembus babak 16 besar. (Rick)
Baca juga :







